Sabtu, 17 Desember 2016

Bermimpilah, maka 99% Masa Depanmu Sudah Digaransikan





Bermimpi disini bukan molor dengan liur yang mengalir. Melainkan bermimpi disini adalah menginginkan suatu hal, merancang masa depan dengan banyak harapan, memperjuangkan dengan segala kemampuan, mengayuhkan doa di setiap ibadah yang dilaksanakan.

Bermimpi itu perwujudan dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. Berkat bermimpi, Thomas Edison berani untuk 1000 kali gagal untuk menemukan sebuah bola lampu.  

“Bermimpilah setinggi langit”, begitu pepatah berdalih.
“Jangan tinggi-tinggi mimpinya, nanti kalo jatuh sakit” ada pula yang demikian.
“Bolehlah bermimpi, tapi harus sadar dirilah” yang seperti itu juga ada.
Ayo dipilih dipilih, mau ikut madzab pertama kedua atau ketiga.


Menurut pribadi, “bermimipilah setinggi langit” adalah pilihan bagi orang-orang pemberani. Karena semakin tinggi mimpi kita, maka semakin keras kita berjuang untuk mewujudkannya. Semisal untuk menuju mimpi kalian ada seribu tangga, maka ketika kamu gagal menuju 1000 tangga setidaknya sudah 500 tangga lebih yang sudah kalian perjuangkan dan kalian lewati. Namun ketika mimpi hanya membutuhkan 10 tangga saja untuk mendapatkan, maka dijamin mode berjuangmu hanya standart dan ketika terwujud, hanya 10 tangga yang mampu kau lewati. Dengan kata lain, bermimpilah setinggi mungkin, seandainya jatuh tidak akan jauh dari tangga mimpi yang engkau perjuangkan.

Coba Fikirkan!
Apakah MUNGKIN, ketika mimpimu menjadi tukang ojek ADAKAH KEMUNGKINAN kamu menjadi seorang dokter atau ilmuan atau guru?
Apakah TIDAK MUNGKIN, ketika mimpimu menjadi presiden ADAKAH PELUANG SETIDAKNYA kamu menjadi menteri atau pegawai DPR atau para intelek?

Bagi saya mimpi itu bahan bakar, karena ketika kamu mempunyai mimpi maka kamu mempunyai modal awal untuk mobilitasmu dalam  mewujudkannya. Mimpi juga terkadang menjelma sebagai alarm, yang selalu setia mengingatkan saat dunia seisinya membuatmu terlena. Terkadang juga, mimpi menjelma sebagai cambuk yang siap memecutmu ketika kamu lengah, ketika kamu berputus asa, atau bahkan  ketika kamu berpaling dari rute  yang sudah kau buat.

Berani bermimpi harus berani berjuang, berjuang pasti akan berlanjut sampai ragamu terpendam bumi. Bumi tempatmu berpijak sementara ini akan memberikan ujian tiap catur wulan, semester, atau memberikan kenaikan kelas. Tinggal bagaimana kita menyikapi, bagaimana kita berusaha, bagaimana kita berdoa, dan bagaimana kita mengambil hikmah. Jangan pernah sekalipun mengeluh, jangan pernah biarkan rasa putus asa itu ada, atau kesimpulan lari dari sebuah kenyataan kau hinggapi. Inilah hidup, penuh gejolak, penuh liku, penuh proses pendewasaan.

Bermimpilah! Mimpi itu setinggi-tingginya, mewujudkan itu seribu tangga. Meskipun melewati seribu tangga sekalipun, ketika kamu punya mimpi tak ada masalah. Yang ada energi positif untuk selalu berikhtiar dan berdoa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar