Kamis, 29 Desember 2016

Karena Hobi Mengalahkan Segala Macam Logika


Sejak kecil hingga sekarang, kata hobi mungkin selalu dikaitkan ketika kita memperkenalkan diri di suatu lingkungan baru, hobi semisal futsal, berenang, membaca, menulis, traveling, ataupun yang lainnya sudah sering kita dengar. Setiap orang pasti memilikinya, setidaknya satu atau bahkan lebih dari satu hobi tiap individu.

Hobi mempunyai makna kegemaran seseorang pada suatu objek, lebih kepada suatu aktifitas yang biasanya dilakukan berulang kali disaat waktu luang. Bertujuan untuk bersantai ataupun rekreasi serta memperoleh suatu hal yang bermanfaat daripada tidur semata ketika waktu luang itu ada.


Banyak hobi yang dapat membentuk suatu komunitasnya, semisal komunitas pendaki yang notebene anggotanya adalah mereka yang mempunyai hobi mendaki ataupun komunitas penulis yang anggotanya dipastikan mempunyai hobi yang sama yakni menulis. Jadi hobi seolah alat untuk menyatukan beberapa orang yang mempunyai kegemaran sama dalam suatu kelompok dengan tujuan untuk saling membantu mengembangkan ataupun hanya sebagai wadah untuk meredahkan kepenatan aktifitas semata.

Banyak pula hobi yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelakunya. Bagi seseorang yang mempunyai hobi membaca, dapat dipastikan pengetahuan mereka lebih luas. Sedangkan pelaku hobi yang berhubungan dengan kegiatan olahraga semisal sepak bola bisa jadi tubuhnya lebih sehat bagi penganut hobi yang lain.

Namun sadar atau tidak, terkadang suatu hobi dapat membuat pelakunya terlihat aneh, dan tidak dipungkiri segala macam logika terkadang tidak bisa untuk menjelaskannya.

Misal orang yang mempunyai hobi mendaki gunung, bagi para pelaku hobi ini adalah suatu hal yang menyenangkan karena dapat back to nature. Namun bagi para penonton, mungkin saja itu suatu hal yang aneh. Bayangkan apa cobak senangnya naik gunung, capek pasti sudah, makan pasti seadanya, tidur pasti mana nyenyak, resiko jangan ditanyakan lagi. Mereka penonton lebih berfikir pelaku hobi mendaki ini adalah orang gila, bayangkan saja hidup sudah enak dirumah kok ngapain mempersulit hidupnya dengan ke gunung dengan berbagai macam resiko.

Tidak hanya itu saja, ada juga komunitas para pencinta bus yang anggotanya tidak lain dan tidak bukan adalah manusia yang cinta mati sama bus. Bayangkan dengan melihat sebuah bus lewat saja, mereka sudah terpukau dengan menggigit jari. Dengan argumentasinya yang spontan celotehan tentang bus itu pasti mahal, sexy, fasilitasnya pasti keren, mesinnya, pasti mahal harganya, PO nya pasti kaya, ataupun misal traveling ke mana gitu pasti asyik menggunakan bus tipe ini dan itu. Sekali lagi, karena hobi mengalahkan segala macam logika. Logikaku mah cuman bisa berkata, yang namanya bus pasti berbentuk persegi banjang dengan beberapa roda di bawahnya. Cukup itu tidak kurang dan tidak lebih.

By the way, Kalian punya hobi apa?
Apapun hobi kalian, lakukan saja yang penting itu bermanfaat buat kita sendiri pelakunya dan jangan lupa yang paling penting juga,  jangan sampai hobimu merugikan orang lain, seperti hobi nikung pacar temen ataupun hobi ngibulin temen.

Untuk saran, setidaknya banyak orang berkata "Jadikanlah hobimu menjadi pekerjaannmu kelak". Karena suatu pekerjaan yang tidak lain hobi adalah kita maka melakukan suatu pekerjaan terbut terasa lebih ringan karena kita suda mempunyai modal "CINTA". Contoh, semisal hobimu membaca , maka tidak ada salahnya kamu menjadi seorang penjual buku ataupun distributor buku.Untungnya kamu akan dapat membaca buku gratis ataupun pundi-pundi uangpun bisa kita peroleh. Contoh lagi, semisal kamu mempunyai hobi mendaki tidak salahnya kalian menyewakan atau menjual peralatan alat-alat pendakian.