Minggu, 04 Desember 2016

Salam Sapa



Mathematics Knowledge. Sebuah wadah, berkisah pengalaman, membeberkan pengetahuan, bisa jadi secarik amal untuk masa depan. Wadah yang diharapkan mampu untuk saling berbagi, berbagi pengalaman hidup, ilmu, atau motivasi untuk pembacanya.

Wadah ini dibuat untuk mengabadikan nama, nama seorang anak desa, Bayu Kristanto. Nama seorang asli kelahiran Mojokerto, Jawa Timur. Kota Kerajaan Mojopahit yang namanya tersohor di seantero jagad. Seperti Mojopahit, wadah ini ditulis oleh manusia yang ingin bermanfaat untuk sesamanya, yang masih perlu banyak belajar, dan masih banyak perlu masukan membangun dari pembacanya untuk mengabadikan sebuah nama.

Sebuah nama, adalah sebuah doa. Bayu dalam bahasa indonesia berarti angin, ketika menjadi angin sepoi sepoi maka akan menenangkan penikmatnya, namun ketika menjelma menjadi angin puting beliung ataupun angin topan siap-siap engkau untuk diporak-porandakan. Angin tak mengerti malu, anginpun bergerak lebih bebas kemanapun yang ia inginkan. Jangan pernah salah menilai angin, karena angin yang membawakan salam untuk turunnya rahmat yakni sebuah hujan. Angin tak bisa diam dalam satu tempat, karena sebagai angin ia dituntut merantau melalang buana untuk mengerti bagaimana bumi seisinya. Salam dari angin "just enjoy your life".

Kata orang bijak “menulislah maka namamu akan abadi”.
Kata orang cerdas “membacalah, akan kau buka cendela dunia”
Kataku “membaca saja belum cukup, maka menulislah”

Tiga semboyan demikian adalah dasar, dasar penulis untuk memulai menulis. Opini penulis “membaca adalah tentang kebutuhan individual dan seolah bahan bakar untuk dirinya sendiri. Masih terlalu egois jika hanya membaca, karena membaca adalah perilaku konsumtif sedangkan menulis merupakan suatu hal produktif. Maka menulis adalah jalan, jalan untuk bersifat sosialis dan menebar manfaat untuk sesamanya”.

Kenapa Pengalaman hidup?
Pengalaman adalah guru terbaik, karena setiap pengalaman mempunyai history sejarah yang sekaligus memuat pesan untuk disampaikan. Jika ingin menjadi ilmuan, banyak belajarlah sejarah ilmuwan. Kenapa demikian? Dengan mengetahui sejarahnya maka kalian akan tahu bagaimana cara ilmuan belajar, berdedikasi, mewujudkan eksperimennya, pengorbanannya untuk sebuah pengetahuan baru, bahkan sampai kegagalannya. Dengan mengetahuinya, maka kita akan mempunyai orientasi kedepan yang lebih matang. Semisal, ketika kalian gagal bereksperimen untuk ketiga atau sepuluh kalinya maka jangan berputus asa Thomas Edison hampir 1000 kali gagal, atau ia memaknainya keberhasilan yang tertunda. Maka masihkah kita pantas untuk mengeluh?

Kenapa Ilmu?
Ilmu adalah titipan, yang memperolehnya berkewajiban untuk menyampaikannya. Ilmu tidak akan pernah habis ketika kita tebar, melainkan akan melimpah ruah manfaatnya. Kitab islam pun mengatakan sampaikan walau satu ayat, dengan kata lain sampaikan ilmumu walaupun itu sebatas buanglah sampah pada tempatnya. Ilmu bukan hanya sebatas wacana, melainkan  suatu amalan atau tindakan yang harus kita tunaikan.

Kenapa Motivasi?
Kodrat manusia diciptakan adalah sebagai makhluk sosial. Ketika kita tak ada uang untuk membantu kaum duafa, ketika tak mempunyai kedudukan untuk mensejahterahkan umat, mungkin cukup dengan tulisan kita memotivasi mereka untuk bangkit dan mendapatkan kesejahteraan. Misal “Hidup ini adil seadil adilnya, hanya bagaimana kita untuk menyikapinya” sebaris kata tersebut siapa tau dapat menyadarkan kaum duafa untuk selalu bersyukur dan bekerja keras ataupun berusaha yang lebih giat lagi untuk mendapatkan kesejahteraan hidup.

1 komentar:

  1. Sip... Perbanyak menulis, karena membaca saja tidak cukup. Berbagi ilmu mumpung banyak waktu...

    BalasHapus