Kamis, 29 Desember 2016

Setidaknya SLR Pernah Menjadi Kawan


Kamera, siapa yang tidak mengenalnya dan siapa yang tidak memilikinya, minimal di setiap telpon genggamnya sudah pasti ada. Disetiap moment, kamera adalah ahlinya untuk mengabadikannya, sehingga tidak salah di zaman modern seperti sekarang kamera sudah merupakan kebutuhan bagi setiap individu.
Kamera pada handpone merupakan piranti kamera paling sederhana, namun tidak jarang handpone sekarang memberikan fungsi lebih terhadap piranti kamera sehingga bisa dikatakan handphone serasa kamera. Selain kamera yang terpasang di handphone, masih banyak jenis kamera yang mungkin dapat kalian miliki seperti kamera pocket, kamera action, ataupun kamera profesional sekelas SLR (Single Lens Reflex).


Kamera SLR mempunyai perbedaan dengan kamera lainnya, karena SLR merupakan kelas tertinggi dari sebuah genus kamera. Secara kasat mata, sudah dapat dilihat dari bentuknya yang besar dan berat, sehingga kamera SLR ini pastinya dilengkapi dengan alat pacu yang lebih lengkap dan hebat. Jika hasil gambar dari kamera poket ataupun kamera  handpone terkadang berbeda pada jendela bidik, namun pada SLR hasil yang akan kita dapatkan akan sama persis dengan yang kita lihat di viewfinder (jendela bidik kamera). Hal tersebut dikarenakan SLR sudah menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder.

Diera digital seperti sekarang kamera SLR telah berevolusi menjadi DSLR (Digital Single Lens Reflex). DSLR mempunyai 2 bagian yang paling penting, yakni body kamera dan lensa. Sehingga dimungkinkan untuk dipadu padankan body suatu kamera dengan berbagai jenis lensa. Berbagai jenis lensa memiliki kelebihan tersendiri untuk pengambilan suatu object. Seperti jenis Lensa fix akan handal untuk pengambilan gambar close, untuk jenis lainnya seperti Wide, Fish Eye, Tele, Makro ataupun lensa standart juga mempunyai keunggulan masing-masing.

Untuk body SLR digolongkan menjadi tiga tipe, SLR untuk pemula, semi profesinal, dan profesional. Untuk mendapatkan body kamera profesioanl mungkin bisa meerogoh kantong sekitar 20 juta keatas, untuk body semiprofessional berkisar dibawah 20 juta. Sedangkan untuk body SLR pemula bisa kalian dapatkan di harga 5-10 Juta.
   
Belajar kamera profesional sekelas SLR atau DSLR tidak semudah yang kalian bayangkan, jika di kamera handphone atau pocket kita tinggal jepret dan jepret dikarenakan syetem pengambilan gambarnya yang sudah memang otomatis. Namun ketika memegang kamera DSLR dibutuhkan taste untuk mendapatkan gambar yang memukau karena kita perlu mempunyai pengetahuan lebih tentang beberapa komponen utama darinya, mulai dari ISO, aperture, dan Speed. Dengan bermodal triangle tersebut memotret dengan SLR itu sungguh luar biasa, banyak tuntutan yang harus ditunaikan untuk setiap kondisi lingkungan seperti cuaca, sinar matahari, atau hasil efek yang kita inginkan.



Dunia photographer sekarang mungkin cukup pretisius, karena jasa photographer sangat dibutuhkan di setiap moment kebersamaan, moment perayaan seperti pernikahan prewedding atau yang lainnya. 
Disini adalah tantangan tersendiri bagi para photographer professional, karena setiap konsumen mengingkan hasil gambar yang memukau dan mungkin berbeda dari yang lainnya. Sehingga tidak dipungkiri peralatan yang profesional dan lengkap adalah modal kedua setelah kreativitas kita dalam pengambilan gambar.

Yah setidaknya DSLR pernah menjadi kawan, kawan lama yang memberikan banyak pembelajaran, banyak kawan, banyak pengalaman. Oh yaa, dapat dipastikan menjadi Photographer akan meningkatkan kenalan model-model cantik, kalo modelmu manusia dan berjenis kelamin wanita.