Sabtu, 14 Januari 2017

Basis Bilangan


Sadar atau tidak, sejak kecil kita sudah dekat dengan yang namanya bilangan. Ketika seorang anak sudah mulai bisa mengeja, pasti orang tua mengenalkan berhitung mulai dari satu sampai sepuluh. Berlanjut di bangku TK ataupun SD bilangan sudah mulai akrab dengan semua anak, mulai diajarkanlah bagaimana cara kita menuliskannya dan menyebutnya.

Sampai dewasapun, seseorang tidak akan pernah jauh dari bilangan. Namun kebanyakan orang hanya mengerti atau sekedar tau tentang bilangan berbasis sepuluh.
Berbasis sepuluh mempunyai arti bahwa perhitungan bilangan diberlakuakan dengan aturan kelipatan sepuluh. Dasar bilanggan basis sepuluh adalah kombinasi dari bilangan  0,1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.


Didalam penulisan bilangan dengan basis sepuluh, kelompok yang sepuluhnya ada sepuluh disebut kelompok ratusan, kelompok yang ratusannya ada sepuluh disebut kelompok ribuan, kolompok yang ribuannya ada sepuluh disebut kelompok sepuluh ribuan, dan seterusnya. Sehingga dari keadaan demikian kita mengenal satuan, puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan. Misalnya bilangan 81.993 memiliki delepan  kelompok sepuluh ribuan, 1 kelompok seribuan, 9 kelompok ratusan, 9 kelompok puluhan dan 3 kelompok satuan.

Ternyata, selain basis sepuluh yang sudah dikenal banyak orang masih ada basis yang lain yang mungkin perlu kalian ketahui, semisal basis dua, basis 5, ataupun basis 12. Namun saat ini saya lebih tertarik untuk membahas tentang basis dua, yang kesederhanaannya bisa menciptakan teknologi yang yang canggih.

Basis dua atau yang lebih populer dengan sistem biner adalah aturan penulisan bilangan dari angka-angka pokoknya yang hanya terdiri dari dua angka yaitu 0 dan 1. Sehingga enam bilanagn pertama pada basis dua adalah 0, 1, 10, 11, 100, dan 101 dimana jika di basis sepuluh bilangan basis dua tersebut kita kenal angka 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Untuk membedakan bilangan dari kedua basis, misal 10, 11, 100, dan 101 dalam basis dua kita notasikan  102, 112, 1002, dan 1012.


Perlu diketahui oleh kalian semua, sederhananya angka 1 dan 0 ternyata telah menyiptakan awal mula operasi digital pada kalkulator dan komputer. Sehingga, dengan sistem biner demikian bahasa pemrogaman berkembang pesat beriringan dengan kemajuan teknologi. Sehingga ditemukan sistem operasi pada komputer, laptop, sampai gadget. 

Dilain itu, sistem biner banyak dikaitkan dengan ketuhanan oleh para ilmuan salah satunya Gottfried Wilhelm von Leibneis. Menurutnya kaitan antara pencipta (1) yang mencerminkan kesatuan yakni tuhan dan yang diciptakan-Nya (0) yang menunjukkan kehammpaan darimana makhluk hidup diciptakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar