Selasa, 28 Maret 2017

Apasih Data?


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering  menjumpai banyak jenis data, dari data yang paling sederhana sampai yang  paling rumit. Dari data pribadi yang berisikan hanya nama, alamat, sampai nomor telpon  kita sudah dapat mendiskripsikan seseorang. Dari data pendapatan, pengeluaran masyarakat kita dapat mengetahui  kesejahteraan mereka. Bahkan dengan data yang kita miliki, kita mampu memprediksi suatu kejadian dimasa yang akan datang. Sehingga tidak aneh, banyak kebijakan diambil karena adanya data yang mewakili peristiwa atau kejadian yang perlu dicarikan solusinya. Intinya dengan adanya data kita bisa belajar untuk peka terhadap segala hal. 

Data adalah keterangan mengenai sesuatu yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau masalah baik berupa angka maupun tidak. Dengan contoh diatas, kita mengerti bagaimana pentingnya sebuah data. Salah satu hal penting dan mendasar pada data yakni digunakan dalam hal pengambilan keputusan. Agar pengambilan keputusan itu tepat , maka data yang digunakan harus data yang baik yaitu data yang objektif, relevan, up to date, dapat dipercaya (reliabel), dan representatif.

Ketika kita sering menemui data, maka kita akan menemukan banyak jenis data, jenis-jenis data tersebut dikelompokkan menurut konteks yang berbeda-beda. Inilah beberapa istilah dalam statistik yang berhubungan dengan jenis data yang sekiranya penting untuk kalian ketahui 

Populasi dan sampel 
Di dalam statistika, kita selalu dihadapkan dengan sekumpulan data. Pengumpulan data ini bisa seluruhnya atau hanya sebagian. Keseluruhan fakta atau keterangan dari hal yang diteliti disebut sebagai data populasi, sedangkan bagian dari semua fakta atau keterangan yang dianggap mewakili keseluruhan data disebut sebagai data sampel. Pemilihan sampel ini harus diusahakan agar menunjukkan gambaran keadaan keseluruhan populasi. Keuntungan penggunaan sampel dalam penelitian adalah:
1)      Biaya penelitian lebih murah daripada penelitian terhadap populasi,
2)      Waktu penelitian lebih cepat daripada penelitian terhadap populasi;
3)      Sampel dapat digunakan untuk menyelidiki populasi yang jumlahnya tak berhingga;
4)   Untuk penelitian yang sifatnya merusak maka tidak mungkin menggunakan seluruh populasi untuk penelitian, sehingga penelitian dilakukan terhadap sampel saja.
  
Data kualitatif dan data kuantitatif 
Data kuantitatif, yaitu data yang dinyatakan dengan menggunakan angka atau bilangan. Misalnya: data jumlah karyawan di sebuah perusahaan, data nilai ujian, data umur siswa, dan lain-lain. 
Data kualitatif, yaitu data yang tidak dinyatakan ke dalam angka, melainkan dinyatakan dalam golongan, kategori atau sifat dari data tersebut. Misalnya data mengenai warna, data jenis kelamin, data kesukaan konsumen terhadap suatu produk, dan lain-lain. 

 Data diskrit dan data kontinu 
Data diskrit, yaitu data yang dinyatakan dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan, diperoleh dari hasil menjumlah/menghitung/membilang. Misalnya jumlah keluarga yang merupakan korban banjir, jumlah siswa SMK UTAMA 1000 orang, dan lain-lain. 
Data kontinu, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran, satuannya bisa dalam pecahan. Misalnya berat badan Ana 12 kg, volume tabung 1000 dm3, panjang tali 1,5 m, dan lain-lain. 

Data tunggal dan data kelompok
Data tunggal yaitu data yang nilai-nilainya ditulis satu persatu, belum diklasifikasikan menurut golongan. Contoh: berat badan 5 bayi yang baru lahir adalah 2,5 kg; 3,0 kg; 2,7 kg; 2,9 kg; dan 2,8 kg. 
Data kelompok adalah data yang sudah diklasifikasikan menurut tingkatan atau golongan tertentu. Contoh: data tinggi badan (cm) 20 siswa sebagai berikut:
150 – 154 ada 4 orang
155 – 159 ada 8 orang
160 – 164 ada 8 orang 

Data intern dan data ekstern 
Data intern, yaitu data yang diperoleh dari catatan-catatan intern perusahaan atau badan atau instansi dan digunakan untuk perusahaan/badan/instansi itu sendiri. 
Data ekstern, yaitu data yang diperoleh dari catatan-catatan di luar perusahaan/badan/instansi yang menggunakan data tersebut. Sebagai contoh, analisa mengenai permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja membutuhkan data yang dikumpulkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Data primer dan data sekunder 
Data ekstern dapat dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. 
Data primer, yaitu data yang dilkumpulkan dan diolah sendiri oleh organisasi yang menerbitkannya. Misalnya data tentang jumlah transmigran ke Pulau Sumatera yang diterbitkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 
Data sekunder, yaitu data yang diterbitkan oleh organisasi yang bukan merupakan pengolahnya. Misalnya data mengenai kurs valuta asing dalam suatu majalah bisnis, karena data itu diperoleh dari Bank Indonesia.

Data cross section dan Data time series
Data cross section, yaitu data yang diambil dalam satu kali waktu. Misalnya data kemiskinan di Jawa Timur yang diambil pada tahun 2013 saja.
Data time series, yaitu data yang diambil dalam kurun waktu tertentu. Misalnya data kemisikinan di Jawa Timur yang diambil dalam kurun waktu tahun 2013-2016.
 
Selain kita harus megetahui jenis-jenis tersebut diatas, kita juga perlu memperhatikan bagaimana cara data tersebut bisa diambil dengan baik dan benar. Adapun cara pengumpulan data ada dua macam yaitu sensus dan sampling. Sensus adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara meneliti satu persatu anggota populasi. Sampling adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara meneliti sebagian dari anggota populasi. Kedua cara tersebut dapat ditempuh dengan beberapa metode, yaitu: 

1. Wawancara, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab baik secara langsung maupun tidak langsung. Wawancara merupakan cara observasi yang bersifat langsung, pada umumnya bersifat fleksibel, dapat disesuaikan pada kondisi setempat dan individual. Metode ini walaupun merupakan cara yang baik untuk mengumpulkan data, tetapi tak terlepas dari kekurangan. Untuk mewawancarai seseorang, adakalanya dibutuhkan waktu yang cukup lama, dan membutuhkan biaya yang besar. 

2. Kuesioner/angket, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan yang diserahkan atau dikirmkan melalui pos kepada narasumber untuk dijawab. Jawaban pertanyaan tersebut dilakukan sendiri oleh narasumber tanpa bantuan dari peneliti. Kekurangan metode ini adalah kemungkinan tidak memperoleh jawaban dari narasumber dan tidak dapat menyelidiki kebenaran jawaban dari narasumber.

3. Observasi/pengamatan, yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati objek baik langsung maupun tidak langsung. 

4. Dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data dengan cara mengambil data yang telah dicatat oleh badan atau orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar