Kamis, 30 Maret 2017

Surah Quraisy, Bisa Apa Aku Tanpa Allah?


Topik yang diangkat dalam pengajian malam itu cukup menarik dan bisa menggugah kita semua untuk selalu merendahkan diri meskipun kita sudah menjadi orang sukses sekalipun. Topik tentang kaum Quraisy yang dijelaskan dalam firmannya Al-Quran pada surah Quraisy ayat 1- 4 kiranya pasti kalian sudah hafal semua dengan surah tersebut dan untuk terjemahannya sebagai berikut.   

"Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka'bah). Yang Telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan."


Pada dua ayat pertama, dijelaskan bahwa Allah memberikan kelebihan kepada kaum quraisy dalam hal berdagang. Mereka terkenal kreatif dalam hal jual beli barang, tanpa kehabisan ide mereka membuat produk-produk baru. Hal tersebut dibuktikan dengan  kebiasaan melakukan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. Dari perjalannya tersebut, mereka selalu memikul barang dagangannya. Ketika ia berangkat ke Syam membawa barang matang untuk dijual, maka ketika pulang ia akan mencari barang mentah yang sekiranya bisa dibawa pulang untuk diolah menjadi produk matang dan pastinya yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Sama halnya saat mereka sedang berdagang ke Yaman. Dengan kegiatan pulang pergi yang selalu membawa barang dagangan, kaum quraisy terkenal kreatif dalam berdagang, mereka tidak pernah kehabisan ide untuk mengolah bahan mentahnya menjadi produk matang yang mempunyai nilai jual lebih tinggi.

Untuk dua ayat berikutnya disinggung bahwa Hendaklah kaum Quraisy itu selalu menyembah dan mengingat Allah atas segala nikmat yang diberikan kepada kaum Quraisy. Nikmat makanan yang dapat menghilangkan rasa lapar mereka serta telah menghilangkan rasa takut mereka dengan jaminan keamanan dari penguasa-penguasa negeri-negeri yang di laluinnya saat melakukan perjalanan  berdagang. Kedua nikmat tersebut adalah faktor kesuksesan atas campur tangan Allah untuk kaum quraisy dalam perdagangan.
 
Benang merah dari surah tersebut adalah tentang kehebatan kaum quraisy dalam hal berdagang dan bagaimana memang adanya campur tangan Allah untuk setiap nikmat yang telah diberikan saat mereka berdagang.

Pesan yang ingin disampaikan oleh surah ini kepada kita semua manusia adalah bahwa semua nikmat rejeki, sehat, kesuksesan, kepintaran yang kita dapatkan selama ini bukan hasil jerih payah kita semata melainkan masih ada campur tangan Allah. Percaya atau tidak demikian adanya, sehingga eloknya kita semua untuk selalu bersyukur dan tetap berdoa kepadanya.  Jangan sampai engkau menganggap jika semua kesuksesan kita dapat selama ini berkat kita mau berusaha. Tapi ingat suksesnya kamu kita dan mereka adalah kehendak sang pencipta.

Sebagai contoh, mari kita berfikir. Saat ini kita semua bisa makan nasi. Argumen kita karena kita bisa membeli beras dari petani dengan menggunakan uang yang katanya hasil keringat kita sendiri.  Beras kita ketahui sendiri berasal dari tanaman padi, bagaimana padi bisa tumbuh dari sebuah benih yang hanya disebar? Disinilah letak ada campur tangan Allah dalam memberikan kamu makanan. Untuk nikmat lainnya dicoba difikir sendiri. Semisal Allah menghendaki gagal panen dengan mendatangkan banjir kepada sawah petani, bisa apa kita?

Sebagai muslim, saya mengingatkan diri saya sendiri dan kalian pembaca budiman untuk selalu bersyukur dan selalu berdoa kepadanya. karena semua nikmat yang kita peroleh selama ini ada campur tangan Allah. ketika kita semua sudah sukses, janganlah pernah sombong dan mengaku semua yang kamu dapat adalah hasil jerih payahmu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar