Minggu, 05 Maret 2017

Kenali Aku dengan Tulisanku

 

Menulis, tidak lagi tentang pensil dan kertas. Menulis disini bukan menyalin ataupun mencatat suatu materi, melainkan berkarya dengan pengetahuaannya dengan tujuan disebar luaskan untuk dibaca dan menebar manfaat ke khalayak umum. Menulis tidak memerlukan bakat, melainkan kemauan. Banyak orang yang awalnya terpaksa, menjadi terbiasa dan cinta, menulispun demikian.

Menulis, bisa dalam bentuk tulisan ilmiah ataupun nonilmiah. Tulisan ilmiah identik dengan karya-karya oleh institusi pendidikan, sedangkan tulisan non ilmiah sejenis prosa, artikel, puisi, ataupun cerpen yang bisa dicipta oleh semua kalangan. 

PESAN PERTAMA, janganlah engkau takut memulai  menulis, minimnya pengetahuan adalah modal awal untuk melihat luasnya pengetahuan, berbelitnya kata adalah langkah awal indahnya karya kita, cemohan banyak orang tidak lain cambuk kita untuk terus belajar, kritikan seseorang adalah sebenarnya guru untuk berkarya, cukup jadikanlah satu bahan bakar untuk mengudara yakni sebuah kepercayaan diri. Sesungguhnya sehebatpun penulis sekarang, mereka juga pernah mengalamin keadaan demikian di permulaannya.

Untuk memulai, maka tidak salah kita belajar berkarya dengan menceritakan segala aktifitas kita yang sekiranya menarik untuk dibahas. Kemudian, dari pembelajaran tersebut kita mengetahui gaya bahasa penulisan yang dimiliki sampai kita tahu lebih cocok dibawah kemana nih gaya bahasa seperti ini, ke dunia prosa ataupun artikel bebas. Ketika gaya bahasamu mempunyai unsur estetika, maka tidak salah kamu membawanya ke dunia prosa seperti puisi ataupun cerpen. Jika bahasamu lebih ke unsur informatif dan mudah dipahami maka tidak salah kamu membawanya ke dunia artikel.

Dengan mengetahui gaya bahasa penulisan yang kalian miliki, langkah  selanjutnya kalian bisa menentukan topik yang lebih spesifik dan sekiranya kamu expert dibidang tersebut sebagai idealisme "inilah aku". Jadi untuk setiap karya yang kalian ciptakan mempunyai karakteristik tersendiri. Semisal kamu seorang lulusan sarjana matematika, maka tidak salah kamu menciptakan segala macam karya tulis yang berhubungan dengan matematika, dari artikel sampai puisi ataupun cerpen kamu selipkan pemahaman tentang ilmu matematika sebagai "inilah aku" yang ingin kamu ciptakan disetiap karyamu.

Setelah melabeli tulisanmu dengan "inilah aku" yang engkau miliki, maka selanjutnya kamu bisa memposting hasil belajarmu ke media seperti blogspot, wordprees, yang kemudian bisa diteruskan ke media sosial deperti facebook atau yang lainnya. Tujuannya bukan pamer ataupun apa, positiflah agar tulisanmu dibaca orang lain dan barangkali bermanfaat, dan bisa jadi dengan seperti itu kamu akan dapatkan kritik-kritik membangun untuk tulisn-tulisan berikutnya.

PESAN KEDUA, menulis tidak selamanya nyaman untuk engkau lakukan di awal-awal memulai, akan ada waktu dimana kemauan dan ide tidak sinkron. Ada masa dimana bahan tulisan kita habis ataupun ide kita lagi berkabung. Ini bukan alasan untuk kamu berhenti dan menusaikan permulaanmu. Ini bukan akhir segalanya, ini sekedar pengembaraan sementara. Padatnya aktivitas terkadang menjadi alasan untuk kamu hijrah di dunia lain, tapi janganlah engkau lupa untuk kembali saat engkau ingat bahwa menulis akan membuka jendela dunia yang katanya luasnya seperti samudra. Mungkin dari berhijrah atau sibukmu kamu malah dapatkan banyak ide, yang cukup kamu tuliskan dalam secarik kertas atau notes di handphonemu sebagai lumbung ide yang bisa kita gunakan saat musim kekeringan ide datang. Selain aktif menulis, tenyata banyak membaca juga dapat mengembangkan ide dan kerangka berfikir serta kosa kata kita untuk alat engkau menulis. Jadi banyaklah membaca dan menulis, karena keduanya seolah romeo dan juliet yang susah untuk dipisahkan.



PESEN KETIGA, mood tidak untuk kita tunggu, melainkan perlu kita jemput dimanapun dan kapanpun. Kebanyakan orang beranggapan untuk menulis diperlukan mood (keinginan dan suasana hati itu sinkron). Dipermulaan hal demikian asli adanya, tapi hal demikian dapat kita minimalisir dengan menulislah sesukamu saat kondisi demikian menjelma, mekipun nyambung atau tidak menulislah terus sampai akhirnya kamu akan mendapatkan moodmu kembali. Karena mood akan muncul dengan sendirinya saat otak/kemauan/ide kita sudah dipanasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar