Rabu, 29 Maret 2017

Skenario Tuhan Bukan Hal Sepele



"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui" (QS.2:216)
   
Berangkat dari ayat tersebut mari kita belajar untuk mengambil hikmah perjalan hidup yang sudah kita lalui bersama, Apakah pernah terlintas argumen dalam benak diri kita "Allah tidak adil"? karena pemberiannya yang terkadang tidak sesuai dengan harapan kita. Misal engkau menginginkan A tapi Allah memberikan B, ketika kita suka dengan A namun Allah malah memberikan B yang cukup kalian benci. Saya rasa setiap orang pernah merasakan yang demikian adanya. Terutama saya sendiri sebagai penulisnya amat sering dah dapet yang kayak begituan. Tapi Bedanya saya nggak pernah sampek ngucap "Allah tidak adil", karena apa? Aku orangnya nurut sih sama skenarionya tuhan, dan setelah dijalani terus hasilnya sih aku ngrasain memang apapun yang diberikan Allah selama ini alah pilihan terbaik

Ingat Allah memberikan sesuatu kepada hambanya sesuai dengan takaran masing-masing. Misal nih, saya setelah lulus SMP inginnya melanjutkan disekolah umum namun Tuhan berkata lain, dimasukkanlah aku di sekolah bernuansa Islam. Belum cukup sampai disitu, setelah lulus dari MAN (Madrasah Aliyah Negeri) pinginnya sih nganjutin pendidikan di UGM Yogyakarta dijurusan kedokteran, lagi lagi Tuhan punya skenario yang berbeda. Akhirnya masuklah saya di kampus bernuansa Islam again dengan jurusan Matematika, kenapa jurusan matematika? karena itu pilihan ibu saya akibat proposal kedokteranku ditolak oleh orang yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkanku. Sehebat apapun kata dan rasa, kalau Tuhan berkata "Tidak" bisa apa?
Dari runtutan kejadian tersebut ternyata Allah telah menunjukkan bagaimana skenarionya memang mempunyai pesan moral dengan alur yang diambil memang pilihan terbaik dikala itu sampai masa sekarang ini. Dengan berjalannya waktu saya mulai menikmati alurnya, mulai bisalah memetik pelajarannya, sampai sampai pandai bersyukur sudahhh atas nikmat yang saya dapatkan.
  
Tulisan ini bukan berarti menganjurkan kalian cuman santai-santai saja toh sudah ada yang mengendalikan jalan hidupmu, saya ulangi lagi jangan cuman pasrah dengan skenario. Pasrah yang saya maksud disini kalian telah berjuang mati-matian, berdoa siang malam untuk memperoleh impian, namun ketika hasil dari perjuangan dan doa tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka disitulah letak pasrah yang saya maksud. berjuang dulu, hasil serahkan pada Tuhanmu. 

Selain itu, kata-kata bijak yang kerap kali menjadi senjata saya "Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan". Ingat bahwa butuh itu lebih penting dari sekedar ingin, karena ingin hanyalah sekedar luapan nafsu ataupun emosi. Percaya dah pilihan yang kita dapat samapi saat ini adalah memang pilihan terbaik dan kita butuhkan

Terkadang saya juga berfikir, kenapa Allah meletakkan kita sebagai pemimpin atau pendidik ataupun menjadi petani. Menjadikan kita kaya raya, berkecukupan, ataupun miskin. Atau menjadikan kita orang berpendidikan tinggi atau tidak. Berfikir saya, karena Allah memberikan yang terbaik buat kita semua. Saya bersyukur dijadikan anak dari keluarga berkecukupan, misalkan saya lahir dari  keluarga kolongmerat, mungkin saya menjadi congkak ataupun cuman bermalas-malasan karena semua kebutuhan sudah tercukupi. Ya singkatnya tuhanmu sudah mengerti kadar kekayaan, keilmuan, serta pekerjaan terbaikmu. tinggal kamunya mau mengusahakannya atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar