Senin, 17 April 2017

Mathematics Is Language

Matematika, setiap manusia  pasti sudah mempelajarinya sejak kecil. Pelajaran yang materinya identik dengan angka, operasi bilangan, hitung-hitungan, ataupun yang rumit  dipahami bagi sebagian orang atau kebanyakan orang malah. Kebanyakan masyarakat awam mengkategorikan matematika sebagai ilmu pasti yang saklek seperti ilmu fisika, kimia, ataupun ekonomi. Bahkan banyak orang berfikir buat apa sih belajar matematika?  ngapain mati-matian mahami rumus-rumus nggak jelas ini?
toh apasih gunanya kerumitan ini di kehidupan? nggak penting banget kan, ups jangan salah.

Tak ada sesuatu yang tidak bermanfaat, tak ada maksud lain menanamkannya sejak kecil kalo tidak penting, tidak bodoh juga para pendidik meletakkan matematika sebagai pondasi pendidikan, kenapa demikian? Sebenarnya sih matematika tidak melulu tentang angka, operasi bilangan, ataupun berhitung. Tujuan sesungguhnya matematika dikenalkan dan diajarkan sejak kecil kepada anak adalah untuk memberikan kerangka berfikir logis sebagai modal awal anak untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kelak. 

Bagaimana ya semisal dulu kalian tidak pernah belajar matematika? Bisa jadi kalian tidak pernah mengenal pola berfikir sebab akibat ataupun kamu tidak mampu dalam menganalisis dan menyelesaikan masalah yang menimpamu . 

Bukan hanya itu saja, semakin kalian mendalami ilmu matematika ternyata semakin tertunduk pula kalian dengan keindahan didalamnya. Kalian akan belajar dari yang permasalahan real, kompleks, sampai imajiner. Kalian akan di ajak berimajinasi dengan hal-hal abstrak yang ada di logika, namun terkadang otak tak mampu menjamah dimensinya di kehidupan real. Jadi jangan salahkan banyak orang yang menjudge orang jago matematika itu otaknya encer. Tapi bagi otak-otak pas-pasan kayak aku gini mah bisanya cuman banyak bersyukur tersesat dijalan yang benar. Wkwkwkwk

Oke lanjut. Selain menanamkan kerangka berfikir, matematika juga mempunyai peran yang cukup penting ketika kalian mendalaminya, yaitu memodelkan segala fenomena alam yang ada di alam semesta ini. Kalian pasti banyak mengenal rumus-rumus yang dikenalkan oleh Albert Einsten, Archimedes, Issac Newton ataupun ilmuan lain kan. Untuk diketahui Rumus-rumus itu bukan dibuat,  melainkan mereka hanya menemukan rumus yang cocok untuk kejadian alam yang ada. Pembuatan rumus-rumus demikian menggunakan ilmu matematika spesifiknya pemodelan matematika. Jadi sesungguhnya semua kejadian di alam semesta ini dapat kita bahasakan melalui bahasa matematika yaitu berupa rumus ataupun persamaan-persamaan matematika. Bahasa matematika? iyah matematika sesungguhnya adalah bahasa, hal tersebut sesuai dengan ungkapan Galilio Galilie yang berbunyi  “Mathematics is the language with wich God created the universe”.Usut punyak usut nih yah, melalui penelitian dan penelaahan yang mendalam terhadap fenomena terciptanya alam semsta, ilmuwan pencetus Teori Big Bang seperti  Stephen Hawking akhirnya mengikuti ugkapan Galilio dengan mengatakan “Tuhanlah yang menciptakan alam dengan bahasa itu (Matematika)”. 

Bukan hanya para ilmuwan yang mengatakan bahwa matematika merupakan bahasa alam semesta, Allah dalam beberapa firmannya Al-Quran juga menjelaskan demikian adanya. Seperti surah Al-Qamar ayat 49 yang artinya "Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."  Mari kita berfikir bersama, sesungguhnya alam semesta ini kental hubungannya dengan ukuran, perhitungan. Cobak kita berfikir kenapa untuk menuju pantai selatan Pulau Jawa kita perlu melewati perbukitan terlebih dahulu sedangkan pantai utara Pulau Jawa malah bersebrangan langsung dengan Jalan umum besar. Hal pertama karena ombak pantai selatan Pulau Jawa berombak besar, cobak misal sebrangnya langsung Jalan raya bisa bisa orang yang lewat tergerus oleh ombak. hihihi 

Selain itu Surah Al-Furqon  ayat  2 juga menyatakan " …. Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. Kita ketahui banyak ensiklopedi menjelaskan bahwa planet-planet di alam semesta ini mengitari matahari sesuai dengan orbitnya masing-masing. Orbit yang dilewati oleh setiap planet mempunyai susunan yang rapi dan pastinya dengan perhitungan yang tepat agar planet-planet tidak berbenturan satu sama lain. Dengan demikian Allah tidak main-main dalam penciptaan alam semesta ini, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Anbiya’ ayat 16 yang berbunyi "Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar