Selasa, 04 April 2017

Tidak Mudah Melawan Penjajah dari Negeri Sendiri


Sudah separuh abad negara Indonesia ini telah merdeka, merdeka dari para penjajah, merdeka dari para antek-antek Belanda,  merdeka dari kejamnya kerja romusha oleh Jepang ataupun  kerja rodi oleh Belanda.

Jika kita melihat sejarah negeri ini, sejarah para pejuang kemerdekaan, bagaimana besarnya perjuangan para pejuang bangsa ini, mereka mengorbankan hartanya, keringatnya, bahkan nyawanya untuk satu kata "Merdeka". Mereka rela siaga siang malam,bermodalkan bambu runcing mereka tak gentar melawan musuh berpeluru ataupun bermeriam. Dengan mata kepalanya sendiri, mereka melihat saudaranya menjerit kesakitan sampai menyaksikan langsung senjata-senjata biadab menumpahkan darah  teman, kerabat, bahkan keluarganya. 

Sebelum kemerdekan diperoleh, ketenanagan tidaklah pernah hinggap di kehidupan mereka. Bayangan kerasnya cambuk, peluru, bahkan meriam berada dimana-mana. Membayangkan bisa tidur nyenyak, kelaparan saja merajalela. Mereka bekerja bertetesan keringat tanpa dibayar, dengan sistem paksaan seolah binatang.

Katanya sih masih merdeka, tapi apakah seperti ini yang disebut tetap merdeka? Banyak pejabat korupsi dimana-dimana, banyak kepentingan pribadi dan kelompok diutamakan daripada kepentingan rakyat,  tindak kejahatan membabi buta, kemiskinan dan kelaparan merajalela. Apakah seperti ini?

Namun bagaimana dengan kata "Merdeka" di negeri pada zaman ini? Merdeka yang seharusnya diperluas bukan dipersempit maknanya. Merdeka yang tidak sebatas bebas dari penjajah melainkan merdeka melihat rakyatnya sejahtera, yang pasti merdeka yang dimiliki setiap warga Indonesia.

Kawan, Ini tentang melanjutkan perjuangan,  melanjutkan agar negeri ini tetap terjaga merdeka, merdeka dalam artian yang lebih luas. Merdeka yang mensejahterahkan rakyatnya, mendidik dan mencerdaskan generasinya, serta merdeka untuk menghargai SDM negara sendiri. Marilah kita berfikir dan merenung bersama untuk menatap Indonesia emas ditahun-tahun selanjutnya. Sejak sekarang mari berjuang mempertahankan kemerdekaan dalam artian yang lebih luas ini. Sebagai motivasinya ini pesan bung karno untuk kalian

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”.
 
Sehingga marilah kita kumpulkan semangat kita untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah dititipkan nenek moyang kita terdahulu, meskipun memang mempertahan kemerdekaan ini tak semudah  merebutnya dulu. Saat merebut, kita tahu mana lawan mana kawan, mana orang asing mana pribumi, kasat mata kita mampu membedakannya, cukup melihat warna kulit ataupun bahasanya kita mengerti mana yang diperangi dan mana yang diselamatkan. Namun sekarang? Mempertahankan harus melawan bangsa kita sendiri, berwana kulit sama dan berbahasa sama, tak ada bedanya mana lawan dan kawan, itulah sebabnya saat Bung Karno dijatuhkan oleh Soeharto, beliau tidak mau melawan, padahal beliau mampu. "Berat rasanya melawan bangsa sendiri. Aku tak sanggup" Begitu kata Bung Karno. 
MERDEKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar