Jumat, 24 November 2017

Berani Mencoba Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali



Ingat Thomas edison yang memaknai gagal dengan keberhasilan tertunda, orang hebat seperti beliau saja berani untuk menunda kesuksesan dengan 1000 kali untuk mencoba dan mencoba lagi sampai akhirnya suskes menciptakan sebuah lampu pijar. Lampu yang menjadi cikal bakal berbagai jenis lampu yang sekarang ini bisa menyinari gelapnya dunia. ahhh gigihnya beliau, bagaimana kita-kita ini yaaa? yang ngakunya pemuda agen of change, tapi gagal sekali sudah loyo.

Jika kalian pemuda, sekarang waktulah yang paling baik untuk bereksperimen. Karena kalian hari ini masih bebas dengan statusmu, masih bebas dengan waktumu, masih bebas dengan angan dan cita-citamu.

Cobalah apapun yang ingin engkau lakukan selagi itu bermanfaat, jangan risau dengan akibat atas percobaan kita. Hasil  sukses dan gagal sudahlah sepasang. Tetapi percayalah sesungguhnya gagal adalah keberhasilan yang tertunda, tertunda untuk mematangkan kita dalam berfikir dan menerima keberhasilan di saat nanti.

Rintislah usaha kalian sejak sekarang, rintislah passionmu sejak saat ini, rintislah masa tuamu yang bahagia sejak kalian membaca artikel ini.  Beranilah mencoba dan melangkah atas segala anganmu, telusuri terus lorongnya sampai engkau temukan sumber cahaya keberhasilan. Pemuda tak sewajarnya hanya bersenang senang, ingatlah pepatah "bersusah susah dahulu, bersenang senang kemudian".

Hidup ini harus berani mencoba, mencoba yang selagi itu positif, mencoba yang setidaknya bermanfaat untuk orang lain, dan mencoba untuk melamar anak orang. cieeee

Mencoba tidak memerlukan pertimbangan sematang mungkin, cukup pertimbangan pertama adalah apakah percobaan ini merugikan orang lain? Selagi tidak merugikan, silahkan bereksperimen. 

Ingat Bob Sadino, orang sukses dalam pengelolaan usaha pertaniannya. Beliau adalah orang tak berpendidikan tinggi yang berani dan giat mencoba untuk melihat peluang. Beberapa kali kegagalan yang mengajarkan beliau untuk menyelesaikan segala macam permasalahan. Beberapa kali ditolak saat menawarkan barang dagangannya, disitulah beliau mulai belajar bagaimana pengemasan produk dan bagaimana cara menawarkan produk.

Jangan takut gagal, karena gagal yang memaksa kita untuk belajar. Jangan hanya berangan tanpa melangkah, karena itu hanya seolah bualan. Jangan banyak pertimbangan, karena alasan belaka. Melangkalah. . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar