Sabtu, 11 November 2017

MKKB In Blog

Oke kali ini saya akan share tentang sebuah pertemanan yang menjadikan kita sahabat lebih lagi menjadi seperti saudara sendiri. Ini ceritanya sebelum mereka pada nikah dan mungkin intensnya kita bertemu akan berkurang. Tulisan ini saya buat dan saya persembahkan untuk mereka dan kalian pembaca budiman.  Untuk kalian MKKB semoga tulisan ini nanti bisa membahagiakan kalian saat kalian hidup jauh disana, di saat kalian kangen akan moment yang telah kita ukir bersama semoga tulisan ini dapat mengobati rindu kalian. Dan untuk kalian pembaca budiwan, pupuklah terus pertemanan kalian karena teman bahkan sahabat adalah keluarga sejenjang kita untuk mengobrol masalah kekinian yg orang tua kita mungkin tidak menjangkaunya.

Bermula dari pendidikan jenjang SMA, kita dipertemukan dalam satu kelas yaitu kelas XII IPA 1. Dalam kelas tersebut awalnya sih cuman sebatas mengerti nama, namun karena adanya lomba kelas kami berempat mendapatkan tugas dari komandan untuk berbelanja keperluan lomba. Setelah selesai berbelanja niatnya sih cuma ingin menghilangkan penat dengan bermain di wahana bermain disebuah swalayan kok malah  bisa seperti ini. 

Ohya perkenalkan namaku bayu tukang yes dan hore, dan 3 sekawan saudaraku ini. Pertama si nurul, cewek yang mudah banget bergaul dan bosku masalah bayar membayar. Kedua si bangkit, cowok ini orangnya sabar ngets dan mau berperan yang susah susah untuk kita. Selanjutnya ada si jelita, putri solo ini misterius dengan sejuta katanya dan sukaknya manut terus. 

Tau gak sih? Kami berempat ini terbentuk dari permainan bom bom car yg ada di swalayan tersohor pada jamannya looh. Hanyah sebatas itu? Iyeeeh. Saya sangat ingat kejadian saat itu, kami terlalu resek dengan permainan anak-anak dan memposisikan seperti anak SD padahal aslinya sudah SMA. Dari kejadian tersebut, muncullah nama  "Masa Kecil Kurang Bahagia (MKKB) ". 

Setelah kejadian tersebut, kami merasa cocok dan cemistry itu ada. Akhirnya, kami sering agendakan hangout setelah bersekolah ataupun saat hari libur. Mulai dari sekedar makan, main kerumah masing masih atau misi perjodohan. Intens kita bisa berkumpul, tertawa terbahak bahak, saling ejek, atau bahkan sebatas bersandar di pundak satu sama lain. Inilah sisa sisa gambar jaman old kami,




Akhirnya penghujung kelas 12 kami diwisuda dan merasakan perpisahan itu selalu ada setelah pertemuan. Kami berpegang erat, antara harus bahagia dan sedih kami berfoto seperti ini.

Akhirnya kami melanjutkan pendidikan sarjana kami masing masing dan alhamdulilahnya  kamipun berjodoh kuliah bareng di kota Malang kecuali si Jelita yg ada di Jombang. Saat itu saya, Nurul, dan Bangkit mencoba menenangkan si Jelita yg terpencil kuliahnya dengan bualan bualan ala ala sampah. Eh lupa ding,  saya dan nurul sekampus, sejurusan, bahkan sejurusan dan sekelasss. 

Dulu saya kira setelah lulus dari SMA keakraban kita akan sirna karena disibukkan dengan kepentingannya masing-masing. Dan pasti mempunyai teman-teman yang lain dan bisa melupakan satu sama lain. Ternyata tidaaak, kita intens sering kangen dan mengagendakan untuk hangout, bahkan kedua orang tua kami sudah pada hafal dengan kami. Inilah perjalanan persaudaraan kita.




Dan sekarang kita sudah di ujung masa bujang dan akan melepas masa lajang. Semoga meskipun kita nanti sudah beristri atau bersuami tetap bisa terjalin persaudaraan kita ini. Ini bukan tentang aku, ini tentang kita. Ini bukan tentang istriku atau suamimu. Melainkan suami istri kita. Semoga suami istri kita nanti dapat kita rangkul, yang awalnya keluarganya berempat jadi berdelapan. Bisa juga ber enam belas dengan anak kita masing masing.

Apa sih kunci bisa terjalin pertemanan seperti ini? kuncinya satu "Jangan ada dusta diatara kita" sering canda, sering nggoda, sering telling story, sering kumpul bareng, sering kasih kabar, sering main kerumahnya biar deket sama keluarganya, sering mengulurkan tangan, ada saat suka dan duka, saling mengingatkan, selalu mengalah, ada satu yang harus keras kepala, dan terakhir kalo sahabatnya cewek cowok kayak gini bisa dikadalin buat pacar pura-pura.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar